Awalnya hanya sekedar mencoba. Karena terus di bujuk oleh guru olahraga ku,akhirnya aku mengikuti ekskul volly. Dan disitu aku menjadi ketua. Tetapi hanya sementara saja. Tadinya yang mengajar ekskul volly itu kakak kelas,tetapi kami membutuhkan pelatih. Akhirnya kami mendapatkan seorang pelatih perempuan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Kami semua rutin menjalani latihan setiap satu minggu 2 kali,Senin dan Kamis.
Suatu hari,ketika aku berangkat sekolah,sesampainya di gerbang sekolah,aku langsung dihadang oleh guruku untuk ikut dalam rombongan tim volly yang akan bertanding. Padahal aku tidak membawa baju ganti. Dan saat itu aku sedang terburu-buru karena takut telat dan belum mengerjakan PR. Akhirnya aku ikut pertandingan itu. Dengan menyewa angkutan umum sebanyak dua buah,kami pun pergi meninggalkan sekolah.
Disana,yang bermain tim volly putera. Tim volly puteri hanya memberi dukungan saja. Pertandingan berlangsung sangat seru. Dan akhirnya pertandingan dimenangkan oleh tim kami. Kami pun kembali ke sekolah dengan bangga karena tim kami menang.
Kami berlatih dan terus berlatih setelah pulang sekolah. Suatu ketika,pelatih kami memberitahukan bahwa kami diajak untuk sparing volly di JIS (Jakarta International School). Dan yang di ajak tim volly puteri. Betapa irinya tim volly putera,karena tidak diajak. Dan yang lebih membuat mereka iri lagi,mereka waktu bertanding di tempat biasa yang non AC dengan menggunakan angkutan umum. Sedangkan kami bertanding di JIS dengan menggunakan mobil khusus full AC.
Sesampainya di pintu gerbang JIS,mobil yang kami tumpangi berhenti. Salah satu penumpangnya disuruh turun dari mobil untuk memberikan identitas. Akhirnya pelatih kami turun. Seluruh mobil kami di periksa hingga bagian bawah mobil menggunakan kaca pembesar.
Waktu masuk ke dalamnya,kami sangat kagum sekali. Tempatnya sangat luas sekali. Semua lapangan tersedia disini. Ada lapangan bola,lapangan basket,lapangan volly,lapangan tenis,dan masih banyak lagi. Dan betapa kagetnya kami ketika mengetahui bahwa lawan kami adalah bule. Pelatih kami memperingatkan kami agar tidak menunjukkan jari telunjuk ke arah bule tersebut,karena katanya bule tidak suka di tunjuk-tunjuk.
Setelah kami turun dari mobil,kami memasuki ruangan. Ruangannya dingin sekali. Dan kami sangat kagum melihat dalamnya,seperti berada di luar negeri. Peralatannya serba modern,tidak seperti sekolah-sekolah lainnya.
Pertandingan di mulai. Awalnya kami merasa takut kalah karena lawannya orang bule dan postur tubuh mereka tinggi-tinggi. Akan tetapi dugaan kami salah. Pertandingan dimenangkan oleh tim kami. Betapa bahagianya hati kami,pulang dengan membawa hasil yang memuaskan,bisa menang melawan bule. Ya walaupun aku hanya menjadi pemain cadangan,tetapi aku sangat bangga kepada teman-teman ku yang telah berjuang demi nama baik sekolah.
Inilah pengalamanku dalam mengikuti ekskul volly. Sangat menyenangkan dan mengasyikkan bergabung dalam tim volly ini.
Read more...
Suatu hari,ketika aku berangkat sekolah,sesampainya di gerbang sekolah,aku langsung dihadang oleh guruku untuk ikut dalam rombongan tim volly yang akan bertanding. Padahal aku tidak membawa baju ganti. Dan saat itu aku sedang terburu-buru karena takut telat dan belum mengerjakan PR. Akhirnya aku ikut pertandingan itu. Dengan menyewa angkutan umum sebanyak dua buah,kami pun pergi meninggalkan sekolah.
Disana,yang bermain tim volly putera. Tim volly puteri hanya memberi dukungan saja. Pertandingan berlangsung sangat seru. Dan akhirnya pertandingan dimenangkan oleh tim kami. Kami pun kembali ke sekolah dengan bangga karena tim kami menang.
Kami berlatih dan terus berlatih setelah pulang sekolah. Suatu ketika,pelatih kami memberitahukan bahwa kami diajak untuk sparing volly di JIS (Jakarta International School). Dan yang di ajak tim volly puteri. Betapa irinya tim volly putera,karena tidak diajak. Dan yang lebih membuat mereka iri lagi,mereka waktu bertanding di tempat biasa yang non AC dengan menggunakan angkutan umum. Sedangkan kami bertanding di JIS dengan menggunakan mobil khusus full AC.
Sesampainya di pintu gerbang JIS,mobil yang kami tumpangi berhenti. Salah satu penumpangnya disuruh turun dari mobil untuk memberikan identitas. Akhirnya pelatih kami turun. Seluruh mobil kami di periksa hingga bagian bawah mobil menggunakan kaca pembesar.
Waktu masuk ke dalamnya,kami sangat kagum sekali. Tempatnya sangat luas sekali. Semua lapangan tersedia disini. Ada lapangan bola,lapangan basket,lapangan volly,lapangan tenis,dan masih banyak lagi. Dan betapa kagetnya kami ketika mengetahui bahwa lawan kami adalah bule. Pelatih kami memperingatkan kami agar tidak menunjukkan jari telunjuk ke arah bule tersebut,karena katanya bule tidak suka di tunjuk-tunjuk.
Setelah kami turun dari mobil,kami memasuki ruangan. Ruangannya dingin sekali. Dan kami sangat kagum melihat dalamnya,seperti berada di luar negeri. Peralatannya serba modern,tidak seperti sekolah-sekolah lainnya.
Pertandingan di mulai. Awalnya kami merasa takut kalah karena lawannya orang bule dan postur tubuh mereka tinggi-tinggi. Akan tetapi dugaan kami salah. Pertandingan dimenangkan oleh tim kami. Betapa bahagianya hati kami,pulang dengan membawa hasil yang memuaskan,bisa menang melawan bule. Ya walaupun aku hanya menjadi pemain cadangan,tetapi aku sangat bangga kepada teman-teman ku yang telah berjuang demi nama baik sekolah.
Inilah pengalamanku dalam mengikuti ekskul volly. Sangat menyenangkan dan mengasyikkan bergabung dalam tim volly ini.

